Hadits

Cerita Hikmah

Cerita%20Hikmah/fullwidth/#1abc9c

Koleksi Puisi

Koleksi%20Puisi/carousel/#b4ad7f

Sufisme

Sufisme/column/#f0b70c

Tanya Jawab

Tanya%20Jawab/column/#be9869

Posting Terbaru

Puisi Cinta Rabi’ah al 'Adawiyah r.a

Rabi’ah al 'Adawiyah r.a

Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta
Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu
Cinta digenggam walau apapun terjadi
Tatkala terputus, ia sambung seperti mula
Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga
Menikmati pertemuan indah dan abadi
Tapi tak jarang bertemu neraka
Dalam pertarungan yang tiada berpantai


  • Aku mencintai-Mu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan-Mu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
Bagi-Mu pujian untuk semua itu


  • Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu
Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpa-Mu
Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam pun berlalau
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku, Engkau terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalau ku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusian-Mu,
Andai Kau usir aku dari pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu


  • Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuh-Mu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku


  • Aku mengabdi kepada Tuhan
bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku pada-Nya
Ya Allah, jika aku menyembah-Mu
karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu
karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu
yang abadi padaku


  • Alangkah buruknya,
Orang yang menyembah Allah
Lantaran mengharap surga
Dan ingin diselamatkan dari api neraka

Seandainya surga dan neraka tak ada
Apakah engkau tidak akan menyembah-Nya?

Aku menyembah Allah
Lantaran mengharap ridha-Nya
Nikmat dan anugerah yang diberikan-Nya
Sudah cukup menggerakkan hatiku
Untuk menyembah-Mu


  • Sulit menjelaskan apa hakikat cinta
Ia kerinduan dari gambaran perasaan
Hanya orang
yang merasakan dan mengetahui
Bagaimana mungkin
Engkau dapat menggambarkan
Sesuatu yang engkau sendiri bagai hilang
dari hadapan-Nya, walau ujudmu
Masih ada karena hatimu gembira yang
Membuat lidahmu kelu


  • Andai cintaku
Di sisimu sesuai dengan apa
Yang kulihat dalam mimpi
Berarti umurku telah terlewati
Tanpa sedikit pun memberi makna


  • Tuhan, semua yang aku dengar
di alam raya ini, dari ciptaan-Mu
Kicauan burung, desiran dedaunan
Gemericik air pancuran
Senandung burung tekukur
Sepoian angin, gelegar guruh
Dan kilat yang berkejaran
Kini
Aku pahami sebagai pertanda
Atas keagungan-Mu
Sebagai saksi abadi, atas keesaan-Mu
dan
Sebagai kabar berita bagi manusia
Bahwa tak satu pun ada
Yang menandingi dan menyekutui-Mu


  • Bekalku memang masih sedikit
Sedang aku belum melihat tujuanku
Apakah aku meratapi nasibku
Karena bekalku yang masih kurang
Atau karena jauh di jalan yang ‘kan kutempuh
Apakah Engkau akan membakarku
O, tujuan hidupku
Di mana lagi tumpuan harapanku pada-Mu
Kepada siapa lagi aku mengadu?


  • Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, di antara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa dengan-Mu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakan
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau kehendaki


  • Ya Tuhan, lenganku telah patah
Aku merasa penderitaan yang hebat atas segala
yang telah menimpaku
Aku akan menghadapi segala penderitaan itu dengan sabar
Namun aku masih bertanya-tanya
Dan mencari-cari jawabannya
Apakah Engkau ridha akan aku
Ya, Ya Allah
O Tuhan, inilah yang selalu mengganggu langit pikiranku


  • Ya Allah
Aku berlindung pada Engkau
Dari hal-hal yang memalingkan aku dari Engkau
Dan dari setiap hambatan
Yang akan menghalangi Engkau
Dari aku


  • Ya Illahi Rabbi
Malam telah berlalu
Dan siang datang menghampiri
Oh andaikan malam selalu datang
Tentu aku akan bahagia
Demi keagungan-Mu
Walau Kau tolak aku mengetuk pintu-Mu
Aku akan tetap menanti di depannya
Karena hatiku telah terpaut pada-Mu


  • Tuhanku
Tenggelamkan diriku ke dalam lautan
Keikhlasan mencintai-M
Hingga tak ada sesuatu yang menyibukkanku
Selain berdzikir kepada-Mu


Puisi Maulana Jalaluddin Arrumi r.a

SEBERAPA JAUH ENGKAU DATANG!

Sesungguhnya, engkau adalah tanah liat. Dari bentukan mineral, kau menjadi sayur-sayuran. Dari sayuran, kau menjadi binatang, dan dari binatang ke manusia. Selama periode ini, manusia tidak tahu ke mana ia telah pergi, tetapi ia telah ditentukan menempuh perjalanan panjang. Dan engkau harus pergi melintasi ratusan dunia yang berbeda.

JALAN

    Jalan sudah ditandai.
    Jika menyimpang darinya, kau akan binasa.
    Jika mencoba mengganggu tanda-tanda jalan tersebut,
    kau melakukan perbuatan setan.

EMPAT LAKI-LAKI DAN PENERJEMAH

Empat orang diberi sekeping uang.

Pertama adalah orang Persia, ia berkata, "Aku akan membeli anggur."

Kedua adalah orang Arab, ia berkata, "Tidak, karena aku ingin inab."

Ketiga adalah orang Turki, ia berkata, "Aku tidak ingin inab, aku ingin uzum."

Keempat adalah orang Yunani, ia berkata, "Aku ingin stafil."

Karena mereka tidak tahu arti nama-nama tersebut, mereka mulai bertengkar. Mereka memang sudah mendapat informasi, tetapi tanpa pengetahuan.

Orang bijak yang memperhatikan mereka berkata, "Aku tidak dapat memenuhi semua keinginan kalian, hanya dengan sekeping uang yang sama. Jika kalian jujur percayalah kepadaku, sekeping uang kalian akan menjadi empat; dan keempatnya akan menjadi satu."

Mereka pun tahu bahwa sebenarnya keempatnya dalam bahasa masing-masing, menginginkan benda yang sama, buah anggur.

AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU

    Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?
    Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
    Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
    bukan Majusi, bukan Islam.
    Bukan dari Timur, maupun Barat.
    Bukan dari darat, maupun laut.
    Bukan dari Sumber Alam,
    bukan dari surga yang berputar,
    Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
    Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
    Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
    Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
    Bukan dari dunia kini atau akan datang:
    surga atau neraka;
    Bukan dari Adam, Hawa,
    taman Surgawi atau Firdaus;
    Tempatku tidak bertempat,
    jejakku tidak berjejak.
    Baik raga maupun jiwaku: semuanya
    adalah kehidupan Kekasihku ...

BURUNG HANTU DAN ELANG RAJA

Seekor elang kerajaan hinggap di dinding reruntuhan yang dihuni burung hantu. Burung-burung hantu menakutkannya, si elang berkata, "Bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tetapi tempatku ada di pergelangan tangan raja." Beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, "Jangan percaya kepadanya! Ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita."

DIMENSI LAIN

    Dunia tersembunyi memiliki awan dan hujan,
    tetapi dalam jenis yang berbeda.
    Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda.
    Ini tampak nyata,
    hanya untuk orang yang berbudi halus --
    mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.

MANFAAT PENGALAMAN

    Kebenaran yang agung ada pada kita
    Panas dan dingin, duka cita dan penderitaan,
    Ketakutan dan kelemahan dari kekayaan dan raga
    Bersama, supaya kepingan kita yang paling dalam
    Menjadi nyata.

KESADARAN

Manusia mungkin berada dalam keadaan gembira, dan manusia lainnya berusaha untuk menyadarkan. Itu memang usaha yang baik. Namun keadaan ini mungkin buruk baginya, dan kesadaran mungkin baik baginya. Membangunkan orang yang tidur, baik atau buruk tergantung siapa yang melakukannya. Jika si pembangun adalah orang yang memiliki pencapaian tinggi, maka akan meningkatkan keadaan orang lain. Jika tidak, maka akan memburukkan kesadaran orang lain.

DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN

    Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.
    Dia tidak di Salib.
    Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.
    Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.
    Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,
    dan ke Kandahar Aku memandang.
    Dia tidak di dataran tinggi
    maupun dataran rendah. Dengan tegas,
    aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).
    Di sana cuma ada tempat tinggal
    (legenda) burung Anqa.
    Aku pergi ke Ka'bah di Mekkah.
    Dia tidak ada di sana.
    Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf
    Dia ada di luar jangkauan Avicenna ...
    Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.
    Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.
    Dia tidak di tempat lain.

MEREKA YANG TAHU, TIDAK DAPAT BICARA

    Kapan pun Rahasia Pemahaman diajarkan kepada semua orang
    Bibir-Nya dijahit melawan pembicaraan tentang Kesadaran.

JOHA DAN KEMATIAN

Seorang anak laki-laki menangis dan berteriak di belakang jenazah ayahnya, ia berkata, "Ayah! Mereka membawamu ke tempat di mana tidak ada pelindung lantai. Di sana tidak ada cahaya, tidak ada makanan; tidak ada pintu maupun bantuan tetangga..."

Joha, diperingatkan karena penjelasan tampaknya mencukupi, berteriak kepada ayahnya sendiri:

"Orangtua yang dihormati oleh Allah, mereka diambil ke rumah kami!"

KECERDASAN DAN PEMAHAMAN SEJATI

    Kecerdasan adalah bayangan dari Kebenaran obyektif
    Bagaimana bayangan dapat bersaing dengan cahaya matahari?

REALITAS SEJATI

    Di sini, tidak ada bukti akademis di dunia;
    Karena tersembunyi, dan tersembunyi, dan tersembunyi.

JIWA MANUSIA

    Pergilah lebih tinggi -- Lihatlah Jiwa Manusia!

PELEPASAN MENIMBULKAN PEMAHAMAN

    Wahai Hati! Sampai dalam penjara muslihat,
    kau dapat melihat perbedaan antara Ini dan Itu,
    Karena pelepasan seketika dari Sumber Tirani;
    bertahan di luar

KAU DAN AKU

    Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, Kau dan Aku;
    Dalam dua bentuk dan dua wajah -- dengan satu jiwa,
    Kau dan Aku.
    Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian
    Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.
    Bintang-bintang Surga keluar memandang kita --
    Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.
    Kau dan Aku, dengan tiada 'Kau' atau 'Aku',
    akan menjadi satu melalui rasa kita;
    Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.
    Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita --
    Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.
    Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini ...
    Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan --
    Kau dan Aku.

DUA ALANG-ALANG

    Dua alang-alang minum dari satu sungai.
    Satunya palsu, lainnya tebu.

AKAN JADI APA DIRIKU?

    Aku terus dan terus tumbuh seperti rumput;
    Aku telah alami tujuhratus dan tujuhpuluh bentuk.
    Aku mati dari mineral dan menjadi sayur-sayuran;
    Dan dari sayuran Aku mati dan menjadi binatang.
    Aku mati dari kebinatangan menjadi manusia.
    Maka mengapa takut hilang melalui kematian?
    Kelak aku akan mati
    Membawa sayap dan bulu seperti malaikat:
    Kemudian melambung lebih tinggi dari malaikat --
    Apa yang tidak dapat kau bayangkan.
    Aku akan menjadi itu.

RASUL

    Rasul adalah mabuk tanpa anggur:
    Rasul adalah kenyang tanpa makanan.
    Rasul adalah terpesona, takjub:
    Rasul adalah tidak makan maupun tidur
    Rasul adalah raja di balik jubah kasar:
    Rasul adalah harta benda dalam reruntuhan.
    Rasul adalah bukan dari angin dan bumi:
    Rasul adalah bukan dari api dan air.
    Rasul adalah laut tanpa pantai:
    Rasul adalah hujan mutiara tanpa menalang.
    Rasul adalah memiliki ratusan bulan dan langit:
    Rasul adalah memiliki ratusan cahaya matahari.
    Rasul adalah bijaksana melalui Kebenaran:
    Rasul adalah bukan sarjana karena buku.
    Rasul adalah melebihi keyakinan dan kesangsian:
    Karena Rasul apakah ada 'dosa' atau 'kebaikan'?
    Rasul berangkat dari Ketiadaan:
    Rasul telah tiba, benar-benar berangkat.
    Rasul adalah, Tersembunyi, Wahai Syamsuddin!
    Carilah, dan temukan - Rasul!

KEBENARAN

    Nabi bersabda bahwa Kebenaran telah dinyatakan:
    "Aku tidak tersembunyi, tinggi atau rendah
    Tidak di bumi, langit atau singgasana.
    Ini kepastian, wahai kekasih:
    Aku tersembunyi di kaibu orang yang beriman.
    Jika kau mencari aku, carilah di kalbu-kalbu ini."

ILMU PENGETAHUAN

Pengetahuan akan Kebenaran lenyap dalam pengetahuan Sufi. Kapan manusia akan memahami ucapan ini?

DEBU DI ATAS CERMIN

Hidup/jiwa seperti cermin bening; tubuh adalah debu di atasnya. Kecantikan kita tidak terasa, karena kita berada di bawah debu.

TINDAKAN DAN KATA-KATA

    Aku memberi orang-orang
    apa yang mereka inginkan.
    Aku membawakan sajak karena mereka
    menyukainya sebagai hiburan.
    Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.
    Sudah lama aku mencari orang yang
    menginginkan tindakan, tetapi
    mereka semua ingin kata-kata.
    Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian;
    tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya.
    Maka aku hadirkan padamu -- kata-kata.
    Ketidakpedulian yang bodoh
    akhirnya membahayakan,
    Bagaimanapun hatinya satu denganmu.

KERJA

    Kerja bukan seperti yang dipikirkan orang.
    Bukan sekadar sesuatu yang
    jika sedang berlangsung, kau
    dapat melihatnya dari luar.
    Seberapa lama kita, di Bumi-dunia,
    seperti anak-anak
    Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?
    Mari kita tinggalkan dunia
    dan terbang ke surga,
    Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan
    dan menuju ke kelompok Manusia.

RUMAH

Jika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah, dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk, yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, "Ini sudah takdir Tuhan."

Ia seharusnya mencari tahu apa kekurangannya.

BURUNG HANTU

    Hanya burung bersuara merdu yang dikurung.
    Burung hantu tidak dimasukkan sangkar

UPAYA

    Ikat dua burung bersama.
    Mereka tidak akan dapat terbang,
    kendati mereka tahu memiliki empat sayap.

PENCARIAN

    Carilah mutiara, saudaraku, di dalam tempurung;
    Dan carilah keahlian diantara manusia di dunia.

TUGAS INI

Kau mempunyai tugas untuk dijalankan. Lakukan yang lainnya, lakukan sejumlah kegiatan, isilah waktumu secara penuh, dan jika kau tidak menjalankan tugas ini, seluruh waktumu akan sia-sia.

KOMUNITAS CINTA

    Komunitas Cinta tersembunyi diantara orang banyak;
    Seperti orang baik dikelilingi orang jahat.

SEBUAH BUKU

Tujuan sebuah buku mungkin sebagai petunjuk. Namun kau dapat juga menggunakannya sebagai bantal; Kendati sasarannya adalah memberi pengetahuan, petunjuk, keuntungan.

TULISAN DI BATU NISAN JALALUDDIN AR-RUMI

    Ketika kita mati, jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia.

Abdal

Dalam kafilah ruhani yang berjalan menuju Tuhan, kita melihat barisan yang panjang. Mereka yang berada dalam barisan mempunyai martabat yang bermacam-macam, bergantung pada sejauh mana mereka telah berjalan. Dari tempat berangkat ke tujuan, ada sejumlah stasiun yang harus mereka lewati. Derajat mereka juga bergantung pada banyaknya stasiun yang sudah mereka singgahi. Pada setiap stasiun selalu ada pengalaman baru, keadaan baru, dan pemandangan baru. angat sulit menceritakan pengalaman pada stasiun tertentu kepada mereka yang belum mencapai stasiun itu.

Dalam literatur tasawuf, stasiun itu disebut manzilah atau maqam. Pengalaman ruhani yang mereka rasakan disebut hal. Ada segelintir orang yang sudah mendekati stasiun terakhir. Mereka sudah sangat dekat dengan Tuhan, tujuan terakhir perja1anan mereka. Maqam mereka sangat tinggi di sisi Tuhan. Kelompok mereka disebut awliya', kekasih-kekasih Tuhan. Mereka telah dipenuhi cahaya Tuhan. Sekiranya kita menemukan mereka, kita akan berteriak seperti teriakan orang munafik pada Hari Akhir, "Tengoklah kami (sebentar saja) agar kami dapat memperoleh seberkas cahayamu" (QS 57:13).

Dalam kelompok awliya' juga terdapat derajat yang bermacam- macam. Yang paling rendah di antara mereka (tentu saja di antara orang-orang yang tinggi) disebut awtad, tiang-tiang pancang. Disebut demikian karena merekalah tiang-tiang yang menyangga kesejahteraan manusia di bumi, kerena kehadiran merekalah Tuhan menahan murka-Nya; Tuhan tidak menjatuhkan azab yang membinasakan umat manusia. lbnu Umar meriwayatkan hadis Rasulullah Saw. yang berbunyi, "Sesungguhnya Allah menolak bencana --karena kehadiran Muslim yang saleh-- dari seratus keluarga tetangganya." Kemudian ia membaca firman Allah, "Sekiranya Allah tidak menolakkan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya sudah hancurlah bumi ini" (QS 2: 251).

Penghulu para awliya' adalah quthb rabbani. Di antara quthb dan awtad ada abdal (artinya, para pengganti). Disebut demikian, kerena bila salah seorang di antara mereka meningggal, Allah menggantikannya dengan yang baru. "Bumi tidak pernah sepi dari mereka," ujar Rasulullah Saw., "Karena merekalah manusia mendapat curahan hujan, karena merekalah manusia ditolong" (Al-Durr Al-Mantsur, 1:765).

Abu Nu'aim dalam Hilyat Al-Awliya' meriwayatkan sabda Nabi Saw., "Karena merekalah Allah menghidupkan, mematikan, menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman, dan menolak bencana." Sabda ini terdengar begitu berat sehingga lbnu Mas'ud bertanya, "Apa maksud karena merekalah Allah menghidupkan dan mematikan?"' Rasulullah Saw. bersabda, "Karena mereka berdoa kepada Allah supaya umat diperbanyak, maka Allah memperbanyak mereka. Mereka memohon agar para tiran dibinasakan, maka Allah binasakan mereka. Mereka berdoa agar turun hujan, maka Allah turunkan hujan. Karena permohonan mereka, Allah menumbuhkan tanaman di bumi. Karena doa mereka, Allah menolakkan berbagai bencana." Allah sebarkan mereka di muka bumi. Pada setiap bagian bumi, ada mereka. Kebanyakan orang tidak mengenal mereka. Jarang manusia menyampaikan terimakasih khusus kepada mereka.

Kata Rasulullah Saw., "Mereka tidak mencapai kedudukan yang mulia itu karena banyak shalat atau banyak puasa." Sangat mengherankan; bukanah untuk menjadi awliya', kita harus menjalankan berbagai riyadhah atau suluk, yang tidak lain daripada sejumlah zikr, doa, dan ibadah-ibadah lainnya? Seperti kita semua, para sahabat heran. Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, fima adrakuha?" Beliau bersabda, "Bissakhai wan-Nashihati lil muslimin" (Dengan kedermawanan dan kecintaan yang tulus kepada kaum Muslim). Dalam hadis lain, Nabi berkata, "Bishidqil wara', wa husnin niyyati, wa salamatil qalbi, wan-Nashihati li jami'il muslimin" (Dengan ketaatan yang tulus, kebaikan niat, kebersihan hati, dan kesetiaan yang tulus kepada seluruh kaum Muslim) (lihat Al-Durr Al-Mantsur, 1:767).

Jadi, yang mempercepat orang mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah Swt. bukanlah frekuensi shalat dan puasa. Bukankah semua ibadah itu hanyalah ungkapan rasa syukur kita kepada Allah, yang seringkali jauh lebih sedikit dari anugerah Allah kepada kita?

Yang sangat cepat mendekatkan diri kepada Allah, pertama, adalah al-sakha (kedermawanan). Berjalan menuju Allah berarti meninggalkan rumah kita yang sempit --keakuan kita. Keakuan ini tampak dengan jelas pada "aku" sebagai pusat perhatian. Seluruh gerak kita ditujukan untuk "aku". Kebahagian diukur dari sejauh mana sesuatu menjadi "milikku." Orang yang dermawan adalah orang yang telah meninggalkan "aku." Ia sudah bergeser ke falsafah "Untuk Dia".

Karena itu Nabi Saw. bersabda, "Orang dermawan dekat dengan manusia, dekat dengan Tuhan dan dekat dengan surga. Orang bakhil jauh dari manusia, jauh dari Tuhan dan dekat dengan neraka". Tanpa kedermawanan, shalat, shaum, haji dan ibadah apa pun tidak akan membawa orang dekat dengan Tuhan. Dengan kebakhilan, makin banyak orang melakukan ibadat makin jauh dia dari Tuhan. Orang dermawan sudah lama masuk dalam cahaya Tuhan, sebelum mereka masuk ke surganya. Kedermawanan telah membawanya dengan cepat ke stasiun-stasiun terakhir dalam perjalanannya menuju Tuhan.

Kedua, yang mengantarkan orang sampai kepada kedudukan abdal, adalah kesetiaan yang tulus kepada seluruh kaum Muslim. Kesetiaan yang tulus ditampakkan pada upaya untuk menjaga diri dari perbuatan yang merendahkan, menghinakan, mencemooh atau memfitnah sesama Muslim. Di depan Ka'bah yang suci, Nabi Saw. berkata, "Engkau sangat mulia. Tetapi disisi Allah lebih mulia lagi kehormatan kaum Muslim. Haram kehormatan Muslim dirusakkan. Haram darahnya ditumpahkan."

Belum dinyatakan setia kepada Islam sebelum orang meninggalkan keakuannya. Banyak orang merasa berjuang untuk Islam, walaupun yang diperjuangkan adalah kepentingan akunya, kepentingan kelompoknya, kepentingan golongannya. Mereka memandang golongan yang lain harus disingkirkan, karena pahamnya tidak menyenangkan paham mereka. Mereka hanya mau menyumbang bila proyek itu dijalankan oleh golongannya. Mereka hanya mau mendengarkan pengajian bila pengajian itu diorganisasi atau dibimbing oleh orang-orang dari kelompoknya. Apa pun yang diperjuangkan tidak pernah bergeser dari keakuannya. Ia merasa Islam menang apabila kelompoknya menang. Ia merasa Islam terancam bila kepentingan golongannya terancam. Ia telah beragama, ia telah mukmin; tetapi agamanya masih berkutat dalam keakuannya.

An-nashihat lil muslimin (kesetiaan yang tulus kepada kaum Muslim) melepaskan keakuan seorang mukmin. Ia memberinya kejujuran dalam ketaatan, ketulusan niat, dan kebersihan hati. Ia juga yang mengantarkannya kepada kedudukan tinggi di sisi Allah. Karena kedermawanan dan kecintaan kepada kaum Muslim, Anda juga dapat menjadi kekasih Tuhan.

Wahai hamba-hamba Allah, berangkatlah kalian menuju Tuhanmu. Percepatlah perjalanan kalian dengan kedermawanan dan kesetiaan yang tulus kepada seluruh kaum Muslim.[]



Help file produced by WebTwin (www.webtwin.com) HTML->WinHelp converter. This text does not appear in the registered version.

Ikuti saya